Saat Doa Terasa Tak Terjawab


Halo.. haloo..  Akhirnya bisa share cerita perenungan baru lagi nih, semoga bisa membawa dan menjadi manfaat untuk teman-teman pembaca, yaa!! 🙂

Alhamdulillah, beberapa hari belakangan ini, dipertemukan dengan momen yang cukup membuat diri mulai kembali berkaca dan introspeksi. Yuk dimulai berbaginya.. 😀

“… verily thy Lord is ample in forgiveness. …”
Q.S. An-Najm (53) : 32

Manusia pada dasarnya adalah makhluk Tuhan yang tidak pernah puas akan sesuatu. Seringkali kita cenderung melihat diri kita kekurangan, sehingga kita jadi lebih banyak mengeluh dan lupa bersyukur atas rezeki dari Allah sekecil apapun. Harapan dan keinginan manusia seolah tidak ada batasnya, tidak pernah ada hentinya. Terkadang tanpa disadari, keluhan yang sering sekali keluar dari mulut kita adalah keluhan atas doa-doa dan harapan-harapan kita yang seolah tidak pernah terjawab atau terkabulkan. Sedangkan kita lupa, bahwa setiap hari pasti ada hal yang bisa dan patut kita syukuri walau sekecil apapun.

“kapan doaku akan terjawab?”

“Kenapa doa dan harapanku belum juga terwujud?”

“Kenapa hal-hal yang kuharapkan terjadi padaku, malah didapatkan oleh orang lain?”

dan lain sebagainya.

Pertanyaan-pertanyaan yang seolah kita meragukan Allah. Padahal, rezeki masing-masing orang sudah diatur oleh Allah. Tugas kita sebagai manusia selayaknya tak henti berdoa dan berpasrah kepada-Nya, dan terus berikhtiar dalam doa. Mendekatkan diri pada Allah. Sabar, tawakkal, istiqomah, dan ikhlas. Sayangnya, seringkali kita masih lupa, bahwa bersabar, bertawakkal, atas segala upaya dan doa itu membutuhkan waktu dan ketekunan.

Atas penantian panjang atas doa dan harapan yang juga (terasa) tak kunjung terjawab dan terkabul, wajarlah seorang manusia sampai pada titik merasa lelah dan kian galau.  Tapi, itulah bagian dari ujian kesabaran. Apakah kita bisa konsisten meminta pada Allah, atau malah lari dari Allah? (semoga bukanlah yang terakhir..) Lagi-lagi itulah ujian Allah untuk menguji keimanan kita. InsyaAllah semoga kita tetap bisa istiqomah berharap pada Allah dan tidak berpaling dari Allah. Aamiin yaa Rabbal’alamiin.

Saya kadang-kadang berdiskusi dengan sahabat, sekedar mencari teman berbagi, dan syukur-syukur juga menjadi teman berbagi manfaat dan pengingat dalam keimanan. Sampailah pada satu hal yang kita bahas, yaitu tentang pasrah, karena doa-doa yang tak kunjung terjawab.

Istighfar, Sabar, Istiqomah

Salah satu cara saya menguatkan diri, selain dengan berbagi pikiran dengan orang terdekat, juga mendengarkan kajian-kajian dan ceramah. Harapannya semoga iman bisa semakin kuat, sebagai penguat dalam ikhtiar dan doa, meningkatkan keyakinan bahwa Allah suatu saat pasti akan menolong kita dalam segala kesulitan dan mengabulkan doa dan harapan kita dalam kesabaran.  Karena sesungguhnya dalam kesulitan terdapat kemudahan, dan Allah tidak akan menguji umatNya diluar batas kemampuannya.

“Verily after hardship comes ease”
Q.S. 94: 6

Dalam suatu kajian/ceramah, ada beberapa hal yang saya highlight:

“… kadangkala doa itu seperti terasa tidak terkabul atau dijabah karena tertutup oleh sesuatu, atau terhalangi oleh sesuatu, yaitu dosa2 kita. Maka dari itu perbanyak istighfar, agar satu persatu yang menghalangi doa-doa kita itu bisa terbuka…”

Masya Allah!
Sesungguhnya kita manusia sungguhlah banyak dosa. 😦
Astaghfirullah

Sedari kemarin pun saya berkumpul dan berbagi cerita dengan teman-teman di kampus. Tanpa disadari, entah kenapa ada saja kata-kata yang mengingatkanku ke arah pikiran “Mungkin kita gak sadar kalau kita sudah berbuat dosa. Sudah melakukan hal-hal yang dilarang Allah dan agama. Makanya mungkin jalan kita menuju hal yang kita harapkan belum dilancarkan dan belum tercapai (belum lulus lah, belum nikah lah, belum punya anak lah, dan lain sebagainya)”.

img_20190224_124252-01351308463.jpeg

Masya Allah, sudah sadarkah kita kalau kita ini egois dengan Allah. Bahwa kita ini masih banyak menuntut Allah mengabulkan harapan dan doa kita. Tapi, bagaimana dengan kewajiban kita sebagai muslim yang harus menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah? Sudah baikkah kita dalam menjalankan kewajiban kita kepada Allah?

Bagaimana hak bisa didapat kalau kewajiban saja belum dipenuhi oleh diri kita? Lagi-lagi aku tertampar dengan pikiran-pikiran yang muncul setelah berusaha mencerna isi kajian.

“… jangan berhenti berdoa, karena berdoa itu dibutuhkan waktu, dibutuhkan keuletan, dibutuhkan sesuatu yang kuat yaitu kesabaran. Karena kita berdoa itu kita tidak melihat akan tetapi mudah-mudahan kita bisa merasakan. Dan yang terpenting, istiqomah (teguh pendirian) tidak menoleh kiri kanan… “

“…orang muslim saja belum cukup. Harus naik menjadi seorang mukmin, naik lagi menjadi muttaqin, naik lagi menjadi ikhlas mukhlis. Puncaknya barulah istiqomah. Ada 3 istiqomah: istiqomah dalam tauhid, dalam sabar, dan dalam taqwa” 

Ternyata istiqomah tidak semudah berbicara, kenapa kita masih kurang ikhlas dan kurang sabar? Ya karena belum istiqomah, dan karena istiqomah sendiri merupakan proses. Maka bersabarlah… Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa istiqomah? 
1. perbaiki syahadat,
2. perbanyak doa (lewat bacaan Al-quran)
3. konsisten (fokus)
4. tekun dan sabar

Setelah mendengarkan kajian dan ceramah ini, saya pun ikut berkaca. Ya Allah, saya ini egois sekali. Menuntut Allah untuk segera mengabulkan semua doa dan harapanku untuk segala hal. Sementara diriku sendiri sudah sejauh apa bertaqwa pada Allah? 😦 Astaghfirullah... 😭 Sungguh ya Allah, aku memohon ampun kepadaMu. Semoga Allah tetap membimbing kita untuk taat dan beriman padaNya. aamiin yaa Allah yaa Rabbal’alamiin…

Kutipan terakhir dari kajian, yang juga tidak kalah bermanfaat:

“Yakinlah tidak ada doa yang tertolak, yang ada adalah doa yg tergantikan atau disimpankan sebagai pahala besar untuk kita..”

InsyaAllah… Aamiin Allahumma aamiin…

Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat dan bermanfaat untuk kita menjadi pribadi yang semakin lebih baik ke depannya, ya.. insyaAllah..

Sampai ketemu lagi di cerita lainnya. 🙂 Bye!

Best Regards,
cooltext202926253037621

One thought on “Saat Doa Terasa Tak Terjawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s